Jenis Permainan Yang Masih ada di Masyarakat
Tentang Penerapan Gerakan Cinta Budaya Lokal Kalurahan Pleret
Tentang Penetapan Peringatan Hari Jadi Pleret Sebagai Ajang Gelar Budaya Tahunan Kalurahan Pleret
1. Akomodasi: Desa wisata menyediakan berbagai jenis akomodasi seperti homestay, penginapan, dan villa yang dikelola oleh masyarakat dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin menginap
2. Memiliki beberapa restoran atau warung makan yang menyajikan makanan khas daerah atau makanan tradisional setempat.
3. Pemandu wisata lokal tersedia di desa wisata untuk membantu wisatawan dalam mengenal lebih jauh tentang budaya dan kegiatan yang ada di desa tersebut.
4. Tempat parkir yang cukup dan aman tersedia di desa wisata untuk memudahkan wisatawan yang datang dengan mobil atau sepeda motor.
5. Toilet umum tersedia di desa wisata untuk kenyamanan wisatawan.
7. Terdapat souvenir Shop/ toko oleh-oleh yang menjual produk lokal atau hasil kerajinan tangan dari masyarakat setempat.
8. Pertunjukan Seni Budaya: Masyarakat desa wisata menampilkan pertunjukan seni budaya seperti tarian tradisional atau musik khas daerah untuk wisatawan yang datang.
SK lurah nomor 25 tahun 2022 TTG pengurus forum anak kalurahan pleret
SK lurah nomor 26 tahun 2022 TTG gugus tugas kalurahan layak anak kal pleret
Dokumentasi kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan kalurahan
Rencana anggaran biaya (RAB) Pemerintah desa pleret kecamatan pleret tahun anggaran 2025
1. Kalurahan melakukan sosialisasi mengenai upaya pencegahan KDRT kepada masyarakat .
1. Koperasi sudah berbadan hukum
2. Melakukan Rapat anggota tahunan (RAT) secara teratur sesuai aturan
3. Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi anggota koperasi
4. Ada pengembangan produk dan layanan yang bervariasi sesuai potensi dan kebutuhan desa/kalurahan.
5. Sistem pengelolaan keuangan dan manajemen/organisasi sudah berjalan baik
6. Partisipasi masyarakat desa ikut menjadi anggota koperasi
1. Kalurahan memiliki kebijakan dan program terkait Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam perencanaan Kalurahan.
2. Pembentukan Kelompok Siaga Bencana oleh masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana.
3. Melakukan sosialisasi/ pelatihan dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
4. Kalurahan sudah menyusun pengembangan Rencana Aksi yang berisi langkah-langkah konkret untuk menghadapi risiko bencana.
5. Kalurahan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menghadapi risiko bencana, seperti alat pemadam kebakaran, tangki air, & jalan evakuasi serta menyediakan tempat pengungsian yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang terdampak bencana.
1. Kalurahan melakukan identifikasi Risiko Iklim seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan intrusi air laut, dll.
2. Kalurahan menyusun dan merencanakan program yang sesuai untuk mengatasi risiko banjir/kekeringan/longsor/abrasi, dll.
3. Kalurahan/desa merencanakan dan membangun infrastruktur yang ramah lingkungan, seperti pengolahan air limbah, pembangunan drainase, tanggul/talud, pembangunan jalan yang ramah lingkungan, dan lain-lain.
4. Kalurahan melakukan penghijauan dengan menanam pohon dan memperbanyak tumbuhan hijau untuk membantu mengurangi polusi udara dan menyerap gas karbon dioksida.
5. Kalurahan/desa melakukan konservasi air dengan memasang pipa air hujan pada atap rumah dan menampungnya ke dalam wadah air, serta melakukan kampanye tentang pentingnya penghematan air.
6. Kalurahan/desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perubahan iklim dan cara mengurangi dampak negatifnya.
7. Kalurahan/desa menjalin kerjasama dengan pihak luar, seperti lembaga pemerintah, LSM, dan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program Kalurahan/Kampung Iklim.
4. Kalurahan membentuk kelompok Jaga Warga untuk mengatasi masalah dan mempromosikan toleransi.